‘saya memang begini’..
ah.. stop it.. so many things to do
so many dream to reach in this year..
SEMANGADH….
‘saya memang begini’..
ah.. stop it.. so many things to do
so many dream to reach in this year..
SEMANGADH….
Seorang teman pernah mengungkapkan sebuah teori tentang korelasi antara usia 26 dengan keinginan untuk menikah. Katanya sih teori ini bersumber dari pengalaman pribadi dan orang-orang disekelilingnya. Teman saya berujar bahwa, seorang perempuan lajang, saat menapaki usia ke 26, akan memiliki kecenderungan keinginan untuk menikah yang menurun drastis jika dibandingkan dengan usia-usia sebelumnya. Bahasanya sih, perempuan itu akan merasa ilfil menikah, dengan kata lain tidak lagi memiliki keinginan yang kuat untuk menikah.
Waktu itu usia saya 24 tahun. Sekarang saya telah memasuki usia ke 26. Ada sebuah perasaan yang saya sendiri tidak yakin, tetapi mendekati kebenaran teori teman saya tersebut.. Saya sebenarnya saya berharap teori teman saya itu tidak berlaku untuk diri saya. Bagaimana pendapat Anda?
tiba tiba jadi kangen temen-temen lama..
temen main waktu kecil di kampung, temen2 SD, SMP, SMA, Temen Kuliah D3, Temen Kuliah Ekstensi, Temen-temen yang pernah dikenal.. dimanakah kalian???
Rabu, 12 September 2007. Bisa jadi hari yang tidak pernah diharapkan oleh masyarakat yang dilanda gempa 7,9 SR di bengkulu. Mendengar kabar itu, panik juga, berhubung sampai saat ini orang tua (bapak) masih berdomisili di Rejang Lebong, salah satu kabupaten di propinsi Bengkulu. Tapi kepanikan agak berkurang karena 2 hari sebelumnya bapak sudah mudik ke ciamis, rutinitas yang biasa dilakukan jika menjelang Ramadhan.
Saya jadi teringat kejadian tujuh tahun yang lalu. 4 juni 2000. Gempa besar berkekuatan 7.3 SR juga pernah terjadi di Bengkulu. Waktu itu saya masih kelas 3 SMA. Gempa besar terjadi tengah malam , diikuti dengan padamnya listrik sampai beberapa saat. Dan beberapa hari setelahnya, gempa-gempa susulan juga masih sering terjadi.
Tak hanya dibengkulu, di Yogyakarta, tempat saya tinggal sekarang, 27 Mei 2006 lalu juga pernah terjadi gempa berkekuatan 5,9 SR yang meskipun kekuatannya lebih kecil dari yang terjadi di Bengkulu, tetapi dampaknya lebih dahsyat.
Semoga musibah demi musibah yang terjadi segera berakhir.. Amiin ..
| Dia | : | Kenapa Mbak datang ke Acara ini? |
| Me | : | Pingin aja, mbak? |
| Dia | : |
Karena saya ingin mewujudkan mimpi saya. "Bertemu Andrea Hirata" |
Tau Andrea Hirata kan? Yup.. Penulis tetralogi laskar pelangi. Kebetulan kemaren minggu, 9 september 2007, ada acara bedah buku "Edensor", buku ketiga dari tetralogi laskar pelangi, di MMTC Jl. Magelang.
Menurutku.. Andrea Hirata itu memang sudah dari sono nya di ciptakan unik. Entah, dilihat dari postur tubuh, gaya berpakaian maupun gaya bicara. Apalagi jika ditilik dari pengalaman hidupnya yang di ceritakan di tetralogi laskar pelangi. Bayangkan saja, tidak banyak orang di dunia ini yang bisa berkesempatan memilih nama untuk dirinya sendiri (kebanyakan orang mempunyai nama sebagai hadiah dari kedua orang tuanya atau orang-orang yang lebih tua disekitarnya). Point yang paling mengesankan disampaing apa yang ada dalam "batok" nya Andrea adalah gaya bicara beliau. Sebenarnya heran juga melihat gaya bicaranya yang sangat santun, sedikit kontras dibandingkan dengan gaya berpakaiannya yang lebih cenderung ke cara berpakaiannya kaum backpacker. Kontras juga jika dibandingkan dengan gaya bicara politikus dan pejabat yang kebanyakan berpakaian rapi, tapi gaya bicaranya cenderung arogan dan menyakiti.
Mungkin banyak lagi hal yang mengesankan dari seorang Andrea hirata yang tidak bisa saya tangkap saat itu. Saya jadi punya mimpi lagi. Kalo suatu saat berkesempatan bertemu lagi, saya harus berfoto dengan dia. Ya.. Harus berfoto dengan dia…
Akhir-akhir ini lagi termotivasi baca novel. Kebetulan dapet rekomendasi dari teman. 2 buah novel. Yang pertama novel berjudul 5 cm karya Doni Dirgantoro (betul ga ya nulisnya?), dan yang kedua novel laskar pelangi karya Andrea Hirata.
Sebenarnya bukan karena membaca 2 novel itu saja yang menyebabkan saya ingin menulis disini. Tapi entahlah, saya selalu terpesona dan kadang tidak habis pikir bagaimana mereka (para penulis) dapat membuat tulisan yang begitu indah (bukan huruf lho ya!!! Tulisan
). Saya terkagum kagum dengan bagaimana mereka berimajinasi. Mungkin banyak orang yang bisa berimajinasi (menghayal-red), tapi tidak banyak orang yang mampu menuangkan apa yang ada di kepala mereka menjadi bentuk tulisan yang menarik untuk dibaca, dengan keruntutan alur yang sangat baik, dengan bahasa yang enak dicerna.
hmmm.. jadi pengen bisa menulis …
"Tong maca novel wae… kerjakeun tuh T*"
Hmm.. jadi pengen nulis hasil ngobrol dengan teman kost semalem. Awalnya obrolan dimulai dengan keluhan.. " Aduh.. qo ga punya uang ya..", " Uangku habis buat apa ya..", "Manajeman keuangan pelu di rubah nih..", "Iya.. bener kata safir senduk..", dsb.. dsb…
Seperti biasa, yang namanya ngobrol ga pernah habis-habisnya. Selesai topik ini, ga kerasa udah ganti topik. Akhirnya obrolan sampe juga ke soal rejeki.
" Rejeki itu ya, bukan nominal yang kita terima tiap bulannya, bukan angka dalam struk gaji.., Tapi bisa jadi jatah rejeki kita datang tidak dari kita, tapi melalui tangan orang lain"
"Hmmm.. contohnya ya… Kalo kita ditraktir temen, itu kita juga dapat rejeki, tapi melalui temen kita. Misalnya juga, dikasih uang saku sama ortu, itu juga rejeki kita yang datang melalui orang tua…"
hmmm.. bener juga. Bahkan rejeki bisa berarti luas. Tidak hanya soal uang. Punya temen yang bisa menularkan kebaikan…. Punya kesempatan buat kuliah… Punya kesempatan akses internet, punya kesempatan nulis blog.. Punya kesempatan publish blog.. punya kesempatan baca blog orang lain..
hmmm….
Akhirnya.. minggu, 28 April 2007, jadi juga jalan-jalan ke pantai. Sebenarnya agak takut juga, secara beberapa hari sebelumnya sempat terjadi gempa. Kal ini jalan-jalan ke pantai depok. Pantai depok terletak di daerah bantul, bertetangga dengan pantai parang tritis yang sudah terkenal terlebih dahulu. Pantai depok sebenarnya merupakan tempat pelalangan ikan. Jadi, selain wisata bahari, dipantai depok juga tersedia wisata kuliner. Menikmati keindahan pantai sambil menyantap ikan. Hmm Yummi..
Ada hal lain yang menarik saat berkunjung kesana. Kita bisa melihat langsung profesi nelayan,
paling tidak, melihat saat-saat kapal-kapal nelayan satu-persatu berdatangan ke pantai. Saat
sebuah kapal nelayan merapat kepantai, keajaiban pun dimulai. Nelayan-nelayan yang sudah terlebih dahulu tiba akan membantu rekan meraka menarik kapal hingga beberapa meter dari tepi pantai. Ah..Sebuah kebersamaan yang indah.
Kapal-kapal yang baru tiba akan dikerumuni oleh pengunjung karena biasanya pada saat itu nelayan akan menjual ikan segar hasil tangkapannya dengan harga miring tentunya.
Setelah pusa berpanas-panas ria menikmati indahnya ombak pantai laut selatan, tiba-tiba perut keroncongan juga. Saat itu kami, saya berdua dengan teman saya menuju ke musholla untuk sholat dzuhur, kemudian membeli ikan dan mengunjungi salah satu tempat yang menyediakan jasa memasak ikan. Memang disana akan banyak ditemui semacam rumah makan yang menyediakan jasa memasakkan berbagai jenis hidangan laut mulai dari udang, ikan, cumi dan sebagainya. Setelah menunggu proses memasak +- 20 menit, hidangan sampai juga. Menikmati hidangan ikan bakar ditepi pantai.. sungguh mengasyikkan.
Mudah-mudahan suatu saat bisa kesana lagi. Sayang ga bawa kamera
, jadi ga bisa foto2..
Menjadi tua itu niscaya, menjadi dewasa itu pilihan
25th anniversary. 25 tahun.. sebuah angka yang tidak sedikit untuk sebuah rentangan usia. Usia perak orang menyebutnya. Satu hari menjelang penambahan usia, pikiran jadi kemana-mana. Satu-persatu bayangan perjalanan hidup mulai hadir di lintasan pikiran. Masa kecil yang indah di sebuah desa kecil di ciamis, masa-masa Sd dan SMp serta smu yang dilalui di sebuah kota kecil di Bengkulu. Awal-awal kedatangan ke jogja untuk meretas cita-cita, ah jadi teringat cita-cita dulu sebelum berangkat ke jogja.
Bayangan kedua orang tua dengan keriput di wajahnya yang semakin ketara, bayangan saudara-saudara yang tidak henti-hentinya kurepotkan, teman-teman yang silih berganti datang dan pergi, amanah-amanah yang masih terabaikan, skripsi yang masih harus diperjuangkan, dan mimpi-mimpi lain yang sempat singgah di kepala,.. Ah ternyata kehidupan telah berubah.. Benar adanya, bahwa tidak aad sesuatu yang pasti di dunia ini, kecuali perubahan itu sendiri.
Kini saatnya menapaki kehidupan dengan lebih serius, mewujudkan mimpi-mimpi dengan bekerja lebih keras, saatnya melihat sesuatu dengan lebih bijak. Berhenti bermain-main.
kamis, 03-05-07, ba’da magrib
Salah satu masalah yang sering dikeluhkan oleh mahasiswa yang sedang mengerjakan TA adalah semangat. Seringkali, bagi mahasiswa yang pada semester tersebut tidak lagi mengambil matakuliah teori, apa lagi jika nyambi kerja, kewajiban menyelesaikanTA menjadi terlupakan. Tips biar tetep semangat mengerjakan TA: