Rabu, 12 September 2007. Bisa jadi hari yang tidak pernah diharapkan oleh masyarakat yang dilanda gempa 7,9 SR di bengkulu. Mendengar kabar itu, panik juga, berhubung sampai saat ini orang tua (bapak) masih berdomisili di Rejang Lebong, salah satu kabupaten di propinsi Bengkulu. Tapi kepanikan agak berkurang karena 2 hari sebelumnya bapak sudah mudik ke ciamis, rutinitas yang biasa dilakukan jika menjelang Ramadhan.
Saya jadi teringat kejadian tujuh tahun yang lalu. 4 juni 2000. Gempa besar berkekuatan 7.3 SR juga pernah terjadi di Bengkulu. Waktu itu saya masih kelas 3 SMA. Gempa besar terjadi tengah malam , diikuti dengan padamnya listrik sampai beberapa saat. Dan beberapa hari setelahnya, gempa-gempa susulan juga masih sering terjadi.
Tak hanya dibengkulu, di Yogyakarta, tempat saya tinggal sekarang, 27 Mei 2006 lalu juga pernah terjadi gempa berkekuatan 5,9 SR yang meskipun kekuatannya lebih kecil dari yang terjadi di Bengkulu, tetapi dampaknya lebih dahsyat.
Semoga musibah demi musibah yang terjadi segera berakhir.. Amiin ..

Sing sabar ya.. neng…..
Comment by Chung — September 14, 2007 @ 1:37 pm