tiba tiba jadi kangen temen-temen lama..
temen main waktu kecil di kampung, temen2 SD, SMP, SMA, Temen Kuliah D3, Temen Kuliah Ekstensi, Temen-temen yang pernah dikenal.. dimanakah kalian???
tiba tiba jadi kangen temen-temen lama..
temen main waktu kecil di kampung, temen2 SD, SMP, SMA, Temen Kuliah D3, Temen Kuliah Ekstensi, Temen-temen yang pernah dikenal.. dimanakah kalian???
Rabu, 12 September 2007. Bisa jadi hari yang tidak pernah diharapkan oleh masyarakat yang dilanda gempa 7,9 SR di bengkulu. Mendengar kabar itu, panik juga, berhubung sampai saat ini orang tua (bapak) masih berdomisili di Rejang Lebong, salah satu kabupaten di propinsi Bengkulu. Tapi kepanikan agak berkurang karena 2 hari sebelumnya bapak sudah mudik ke ciamis, rutinitas yang biasa dilakukan jika menjelang Ramadhan.
Saya jadi teringat kejadian tujuh tahun yang lalu. 4 juni 2000. Gempa besar berkekuatan 7.3 SR juga pernah terjadi di Bengkulu. Waktu itu saya masih kelas 3 SMA. Gempa besar terjadi tengah malam , diikuti dengan padamnya listrik sampai beberapa saat. Dan beberapa hari setelahnya, gempa-gempa susulan juga masih sering terjadi.
Tak hanya dibengkulu, di Yogyakarta, tempat saya tinggal sekarang, 27 Mei 2006 lalu juga pernah terjadi gempa berkekuatan 5,9 SR yang meskipun kekuatannya lebih kecil dari yang terjadi di Bengkulu, tetapi dampaknya lebih dahsyat.
Semoga musibah demi musibah yang terjadi segera berakhir.. Amiin ..
| Dia | : | Kenapa Mbak datang ke Acara ini? |
| Me | : | Pingin aja, mbak? |
| Dia | : |
Karena saya ingin mewujudkan mimpi saya. "Bertemu Andrea Hirata" |
Tau Andrea Hirata kan? Yup.. Penulis tetralogi laskar pelangi. Kebetulan kemaren minggu, 9 september 2007, ada acara bedah buku "Edensor", buku ketiga dari tetralogi laskar pelangi, di MMTC Jl. Magelang.
Menurutku.. Andrea Hirata itu memang sudah dari sono nya di ciptakan unik. Entah, dilihat dari postur tubuh, gaya berpakaian maupun gaya bicara. Apalagi jika ditilik dari pengalaman hidupnya yang di ceritakan di tetralogi laskar pelangi. Bayangkan saja, tidak banyak orang di dunia ini yang bisa berkesempatan memilih nama untuk dirinya sendiri (kebanyakan orang mempunyai nama sebagai hadiah dari kedua orang tuanya atau orang-orang yang lebih tua disekitarnya). Point yang paling mengesankan disampaing apa yang ada dalam "batok" nya Andrea adalah gaya bicara beliau. Sebenarnya heran juga melihat gaya bicaranya yang sangat santun, sedikit kontras dibandingkan dengan gaya berpakaiannya yang lebih cenderung ke cara berpakaiannya kaum backpacker. Kontras juga jika dibandingkan dengan gaya bicara politikus dan pejabat yang kebanyakan berpakaian rapi, tapi gaya bicaranya cenderung arogan dan menyakiti.
Mungkin banyak lagi hal yang mengesankan dari seorang Andrea hirata yang tidak bisa saya tangkap saat itu. Saya jadi punya mimpi lagi. Kalo suatu saat berkesempatan bertemu lagi, saya harus berfoto dengan dia. Ya.. Harus berfoto dengan dia…